BeritaEkonomi & Bisnis

El Ummu Kendari Hadir di ISEF 2026, Perkenalkan Bagelan, Croutons, dan Brownies Wonua Berbahan Sagu

43
×

El Ummu Kendari Hadir di ISEF 2026, Perkenalkan Bagelan, Croutons, dan Brownies Wonua Berbahan Sagu

Sebarkan artikel ini

TRENDINGINDO.COM, JAKARTA – El Ummu, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Kendari, Sulawesi Tenggara, memperkenalkan beragam produk camilan unggulan dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 Tahun 2026. Melalui produk roti bagelan, croutons, dan Wonua Crispy Brownies, El Ummu berupaya memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkenalkan potensi produk pangan daerah kepada konsumen yang lebih luas.

Ine Juli Ike Setiawati, Owner El Ummu, menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai awak media di booth El Ummu pada hari ketiga ISEF 2026, Jumat (16/10/2026), di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.

Menurut Ine, ISEF merupakan salah satu ajang penting bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring bisnis, serta membuka peluang pengembangan usaha. Keikutsertaan dalam pameran ini diharapkan dapat membantu El Ummu memperluas pasar, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga secara nasional hingga internasional.

“Bagi kami, ISEF merupakan salah satu ajang penting bagi pelaku UMKM. Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, usaha kami bisa semakin berkembang, bukan hanya di pasar lokal dan domestik, tetapi juga sampai ke mancanegara,” ujar Ine.

Ia juga berharap partisipasi dalam ISEF dapat membuka kesempatan untuk menjalin kemitraan, berkolaborasi dengan pelaku usaha lain, serta menarik investor yang memiliki visi untuk mengembangkan bisnis bersama.

El Ummu Tawarkan Tiga Produk Unggulan

El Ummu menghadirkan tiga kategori produk utama, yakni roti bagelan, croutons, dan Wonua Crispy Brownies. Ketiganya menawarkan karakteristik berbeda dengan memadukan inovasi pengolahan makanan dan pemanfaatan bahan pangan yang dikenal di Indonesia.

Salah satu produk andalannya adalah roti bagelan yang tersedia dalam empat varian rasa, yaitu original, keju, kacang mete, dan gula aren.

Varian kacang mete dan gula aren menjadi pilihan yang mengangkat bahan pangan yang dikenal di Sulawesi Tenggara. Produk ini tersedia dalam beberapa ukuran kemasan sehingga konsumen dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan.

Selain bagelan, El Ummu menawarkan croutons, yaitu potongan roti panggang kering yang dikenal sebagai pelengkap hidangan, seperti sup dan salad, serta dapat dinikmati sebagai camilan. Produk croutons El Ummu tersedia dalam varian original dan pedas.

Pilihan lainnya adalah Wonua Crispy Brownies, camilan brownies kering yang dikembangkan dengan penggunaan tepung sagu sebagai salah satu bahan bakunya.

Pemanfaatan tepung sagu memberikan karakter tersendiri pada produk tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan alternatif pengolahan bahan pangan lokal ke dalam produk camilan modern.

Wonua Crispy Brownies Angkat Potensi Pangan Lokal

Wonua Crispy Brownies menjadi salah satu produk yang menarik perhatian karena memadukan konsep brownies dengan tekstur renyah. Produk ini menggunakan sejumlah bahan, di antaranya tepung sagu, tepung terigu, bubuk kakao, cokelat hitam, telur, gula bubuk, kacang mete, margarin, dan susu bubuk.

Penggunaan tepung sagu menjadi salah satu bentuk diversifikasi produk pangan yang dapat memperluas pemanfaatan bahan baku lokal.

Bagi pelaku UMKM, inovasi semacam ini membuka peluang untuk menghadirkan produk dengan karakter berbeda sekaligus meningkatkan nilai tambah bahan pangan melalui proses pengolahan dan pengemasan.

Dengan menghadirkan Wonua Crispy Brownies, El Ummu turut memperkenalkan pilihan camilan yang menggabungkan cita rasa cokelat dengan pemanfaatan tepung sagu.

Berharap Pasar Semakin Luas dan Mitra Bisnis Bertambah

Bagi Ine, pengembangan usaha tidak cukup hanya dengan menghadirkan produk yang menarik. Pelaku UMKM juga perlu memperluas jaringan pemasaran, membangun kemitraan, dan membuka peluang kolaborasi agar usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Karena itu, El Ummu berharap keikutsertaannya dalam ISEF 2026 dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan bisnis.

Ine menyampaikan harapan agar semakin banyak calon mitra dan investor yang tertarik bekerja sama untuk mengembangkan produk El Ummu. Dengan dukungan kemitraan yang tepat, perusahaan berharap dapat memperluas distribusi dan meningkatkan kapasitas usahanya.

Perluasan pasar juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja serta membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat di daerah asalnya.

ISEF 2026 Jadi Kesempatan UMKM Daerah Menembus Pasar Lebih Luas

Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 diselenggarakan pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Menurut informasi resmi Bank Indonesia, penyelenggaraan tahun ini melibatkan lebih dari 1.000 pelaku industri halal dan menghadirkan berbagai kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha dari dalam maupun luar negeri.

Bagi El Ummu, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk dari Kendari kepada calon konsumen dan mitra bisnis yang lebih luas.

Ine berharap ISEF dapat terus berkembang sebagai ruang promosi, kolaborasi, dan penguatan jaringan usaha bagi UMKM Indonesia, termasuk pelaku usaha dari luar Pulau Jawa.

Melalui produk roti bagelan, croutons, dan Wonua Crispy Brownies, El Ummu berupaya mengembangkan usaha makanan olahan dengan memanfaatkan variasi bahan pangan serta inovasi produk.

Ke depan, El Ummu berharap dapat memperluas jangkauan pemasaran, menjalin lebih banyak kemitraan, dan membawa produk olahan dari Kendari agar semakin dikenal di pasar nasional maupun internasional.