TRENDINGINDO.COM, TANGERANG, Banten – Sebanyak 16 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Kementerian Ekonomi Kreatif berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 tahun 2026 melalui booth ASIK Ekraf. Keikutsertaan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan produk unggulan kuliner Indonesia sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan buyer internasional.
Lukas Tjahjadi, S.Sn., M.M., tenaga teknis yang mendampingi kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa partisipasi 16 UMKM ini merupakan kesempatan untuk memperluas jaringan bisnis dan membuka akses pasar internasional. Hal itu disampaikannya dalam wawancara dengan awak media di booth ASIK Ekraf pada hari pertama TEI 2026, Rabu (14/10/2026), di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten.
Menurut Lukas, setiap UMKM menghadirkan produk unggulan atau hero product masing-masing, termasuk berbagai produk turunan yang berpotensi dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pasar ekspor.
“Di sini ada 16 UMKM yang berpartisipasi dalam pameran TEI 2026. Masing-masing mempunyai produk unggulan. Kami memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkenalan dan bertemu langsung dengan calon buyer internasional,” ujarnya.
Produk yang ditampilkan di booth ASIK Ekraf cukup beragam, mulai dari rendang, aneka camilan berbahan pisang, produk pastry, minuman, cokelat, hingga makanan olahan berbasis ikan dan berbagai produk pangan lainnya.
Rendang menjadi salah satu produk unggulan yang diperkenalkan karena telah dikenal di pasar internasional. Sementara itu, produk camilan, minuman, cokelat, dan olahan ikan menawarkan beragam pilihan bagi calon buyer dengan kebutuhan serta segmen konsumen yang berbeda.
Lukas menjelaskan bahwa kesiapan produk untuk memasuki pasar ekspor juga menjadi perhatian penting. Para pelaku UMKM perlu memiliki kemampuan untuk menyesuaikan komposisi, formulasi, maupun spesifikasi produk berdasarkan permintaan calon buyer dan ketentuan negara tujuan ekspor.
Hal tersebut diperlukan karena setiap negara memiliki persyaratan tersendiri terkait keamanan pangan, standar mutu, pelabelan, dan ketentuan produk yang dapat dipasarkan di wilayahnya.
Melalui keikutsertaan dalam TEI 2026, para pelaku UMKM binaan Kementerian Ekonomi Kreatif diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan calon mitra bisnis, memahami kebutuhan pasar, serta menjajaki peluang pengembangan produk untuk memenuhi permintaan pasar internasional.
Lukas berharap, selama lima hari penyelenggaraan TEI 2026 pada 14–18 Oktober 2026, seluruh UMKM yang berpartisipasi melalui booth ASIK Ekraf dapat bertemu dengan calon buyer internasional dan memperoleh tindak lanjut kerja sama bisnis.
Salah satu target yang diharapkan adalah diperolehnya letter of intent (LoI) dari calon mitra bisnis sebagai langkah awal menuju kerja sama komersial.
“Kami berharap semua peserta bisa bertemu langsung dengan calon buyer dan mendapatkan LoI selama pameran ini. Setelah itu, mereka bisa melanjutkan komunikasi untuk menjajaki kerja sama,” ungkapnya.
Partisipasi 16 UMKM binaan Kementerian Ekonomi Kreatif melalui booth ASIK Ekraf diharapkan dapat memperkuat promosi produk kuliner Indonesia, memperluas jejaring perdagangan, serta membuka kesempatan bagi pelaku usaha kreatif untuk mengembangkan pasar ekspor.
Trade Expo Indonesia ke-41 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten. Pameran perdagangan berskala internasional ini mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan buyer dari berbagai negara untuk memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan peluang perdagangan global.












