InternasionalPendidikanTopik Terkini

Prof. Dr. Amany Lubis Terima Penghargaan Fatima al-Fihriya di Maroko, Diakui atas Kontribusinya untuk Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga

65
×

Prof. Dr. Amany Lubis Terima Penghargaan Fatima al-Fihriya di Maroko, Diakui atas Kontribusinya untuk Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, KOMPASINDO.CO.ID, Prof. Dr. Amany Lubis, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2019-2023, menerima penghargaan Fatima al-Fihriya dari Forum Azzahra for Moroccan Women pada Jum’at, 20 Desember 2024. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas dampak positif yang diberikan Prof. Amany terhadap kualitas akademis dan kehidupan sosial di tingkat global, terutama dalam memajukan pemberdayaan perempuan dan keluarga di Indonesia.

Acara penganugerahan yang digelar di Gedung Konferensi Kota Fes, Kerajaan Maroko, ini turut dihadiri oleh empat tokoh perempuan lainnya dari berbagai negara, seperti Bulgaria, Maroko, dan Tunisia. Forum Azzahra for Moroccan Women bekerja sama dengan Asosiasi Pendukung Program Mediterania 21 Tunisia menilai upaya Prof. Amany dalam memajukan perempuan Indonesia dan dunia patut diapresiasi. Forum ini sendiri telah menyelenggarakan penghargaan bergengsi ini sebanyak lima kali, dan penganugerahan pada tahun ini menjadi yang kelima kalinya.

Prof. Amany, yang juga dikenal dengan kontribusinya di Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai Ketua Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga sejak 2016, dinilai telah memperlihatkan dedikasi luar biasa dalam peningkatan kualitas perempuan dan keluarga, baik dari segi pendidikan maupun sosial. Upaya beliau tak hanya berdampak di Indonesia, tetapi juga menginspirasi perubahan positif di dunia internasional.

Sebelum menerima penghargaan ini, Prof. Amany juga dikenal luas berkat ceramah agamanya yang disampaikan pada Ramadan 2017 di hadapan Raja Maroko, Yang Mulia Muhammad VI. Selain itu, pada 2015, ia menjadi visiting professor di Universitas Ibn Tufail, Kenitra, Maroko, yang semakin memperkuat hubungannya dengan dunia akademik internasional.

Peran penting Prof. Amany dalam MUI mencerminkan visinya yang tidak hanya fokus pada dunia akademik, tetapi juga pada pengentasan masalah sosial, khususnya terkait perempuan dan keluarga. Dalam banyak kesempatan, beliau menekankan pentingnya keadilan, persamaan, serta kesejahteraan umat, baik umat Islam maupun masyarakat global secara keseluruhan.

Sebagai mantan Dubes RI di Aljazair dan Anggota Komisi Kerja Sama dan Hubungan Luar Negeri MUI Pusat, beliau juga dikenal memiliki komitmen besar terhadap pemenuhan hak dan kewajiban perempuan dan anak. Hal ini tercermin dari kontribusinya dalam merancang program-program sosial yang mendukung terciptanya kesejahteraan keluarga. Program yang beliau susun di MUI berhasil memotivasi berbagai kalangan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam upaya memajukan kesejahteraan keluarga Indonesia.

“Kontribusi Prof. Amany sangat berarti, terutama dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, anak, dan keluarga. Dengan komitmennya, beliau memberikan wawasan yang mendalam tentang pentingnya peran agama dalam menciptakan masyarakat yang adil, sejahtera, dan bahagia,” ujar mantan Dubes RI di Aljazair, yang juga merupakan Anggota Komisi Kerja Sama dan Hubungan Luar Negeri MUI Pusat.

Penghargaan yang diterima Prof. Amany ini bukan hanya sekadar pengakuan atas prestasinya dalam bidang akademik dan sosial, tetapi juga sebagai bukti nyata dari peran penting perempuan Indonesia di kancah internasional. Prof. Amany Lubis telah membuktikan bahwa dengan visi, dedikasi, dan kepedulian terhadap masyarakat, perempuan dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi bangsa dan dunia.

Acara penghargaan yang berlangsung di Maroko ini menambah daftar panjang prestasi Prof. Amany dalam dunia pendidikan dan sosial. Ke depan, diharapkan kontribusinya dapat terus menginspirasi banyak orang dalam memajukan kualitas hidup perempuan dan keluarga di seluruh dunia.

Tinggalkan Balasan