Ekonomi BisnisTopik Terkini

Yu Ying, Pemilik White Space Art Asia, Bicara di Art Jakarta 2024

42
×

Yu Ying, Pemilik White Space Art Asia, Bicara di Art Jakarta 2024

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, KOMPASINDO.CO.ID, Pada hari pertama pembukaan pameran Art Jakarta 2024 di JIExpo Kemayoran, Jumat (4/10), Yu Ying, pemilik White Space Art Asia, memberikan wawancara eksklusif kepada media di booth galeri miliknya. Dalam kesempatan ini, Yu Ying membahas perjalanan panjang galerinya, peran penting dalam memperkenalkan seniman Indonesia di kancah internasional, serta harapannya untuk masa depan seni di Indonesia.

40 Tahun Eksistensi White Space Art Asia

White Space Art Asia bukanlah galeri baru dalam dunia seni. “Kami sudah berusia 40 tahun, didirikan pada tahun 1984, jadi kami telah berkecimpung di bisnis seni selama waktu yang sangat lama,” jelas Yu Ying. Berbasis di Singapura, galeri ini memiliki koleksi seni yang kaya, termasuk karya-karya seniman Indonesia seperti Ronald Apriyan, Taufiq.HT, Galih Reza Suseno, dan Indra Dodi. “Kami sangat bangga dapat memperkenalkan karya-karya mereka kepada publik internasional.”

Salah satu seniman yang diwakili oleh White Space Art Asia adalah Ronald Apriyan, yang sudah cukup dikenal di Indonesia. “Kami merasa beruntung dapat bekerja sama dengan Ronald dan memperkenalkan karyanya ke kancah internasional,” tambahnya.

Dukungan terhadap Seniman Lokal

Sebagai galeri yang berbasis di Singapura, White Space Art Asia memiliki misi utama untuk membantu seniman Indonesia menemukan audiens di luar negeri. “Kami berusaha memberikan kesempatan bagi seniman lokal untuk dikenal lebih luas, terutama di pasar internasional,” ungkap Yu Ying.

Tahun ini, galeri tersebut membawa sekitar 30 hingga 40 karya seni ke Art Jakarta. “Kami tidak memajang semua karya di dinding; beberapa kami simpan di gudang. Namun, sebagian besar karya yang kami bawa adalah dari seniman Indonesia, serta dua seniman Jepang,” jelasnya. Yu Ying juga menambahkan bahwa karya-karya yang dibawanya tahun ini mendapat respons positif dari kolektor seni lokal, baik dari segi minat maupun penjualan.

Pengalaman di Art Jakarta

Yu Ying menyatakan bahwa White Space Art Asia telah berpartisipasi dalam Art Jakarta beberapa kali, termasuk ketika acara ini masih diadakan di lokasi yang berbeda. “Saya sangat menyukai format pameran tahun ini, terutama dengan lokasi yang lebih luas dan jumlah galeri yang lebih banyak. Dulu hanya ada sekitar 30 hingga 40 galeri, tetapi tahun ini ada 73 galeri yang berpartisipasi,” katanya.

Bagi Yu Ying, Art Jakarta tahun ini terasa lebih besar dan lebih semarak. “Energi di Art Jakarta sangat menyenangkan, dan saya senang bisa terus berpartisipasi dalam acara ini, bahkan sejak sebelum pandemi,” ungkapnya.

Optimisme untuk Masa Depan

Ketika ditanya tentang harapan dan impiannya untuk Art Jakarta di masa mendatang, Yu Ying menunjukkan optimisme yang tinggi. “Saya berharap acara ini terus berkembang dan menjadi wadah yang mempertemukan para kolektor terbaik di Jakarta dan Indonesia. Indonesia adalah negara dengan ekonomi yang kuat, penduduk yang besar, dan ada optimisme di sini yang sulit ditemukan di negara lain.”

Di tengah ketidakpastian global, Yu Ying menilai Indonesia memberikan harapan yang besar. “Saya sangat menyukai energi positif yang ada di Indonesia. Saya berharap Art Jakarta terus tumbuh, dan kami bisa tumbuh bersama acara ini.”

Dengan semangat dan harapan tersebut, Yu Ying dan White Space Art Asia berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan seni di Indonesia serta memperkenalkan seniman lokal ke panggung dunia.

Tinggalkan Balasan