JAKARTA, KOMPASINDO.CO.ID – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengadakan acara Gebyar Pelayanan Prima pada Selasa (8/10) di Jakarta. Acara ini mengusung tema “Wujudkan Ekosistem Pelayanan Publik Transformatif, Inovatif, dan Inklusif”.
Acara tersebut dihadiri oleh Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta para Pj Gubernur, Pj Bupati, Pj Walikota, Wakil Ketua Mahkamah Agung, Kepala BPOM, BMKG, BRIN, dan BSN. Selain itu, turut hadir pejabat tinggi dari berbagai instansi pemerintah, kepala daerah, serta pimpinan unit pelayanan publik dari seluruh Indonesia. Hadirin mengikuti acara baik secara langsung maupun virtual melalui kanal YouTube Kementerian PANRB.
Dalam sambutannya, Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik yang berkelanjutan dan inovatif. “Pelayanan publik harus terus berbenah untuk peningkatan kualitas yang lebih baik. Kita harus menciptakan inovasi yang berdampak dan berkesinambungan, karena hanya dengan pelayanan yang baik, masyarakat dapat sejahtera,” ujarnya.
Menteri Anas juga menegaskan bahwa reformasi birokrasi harus diorientasikan pada efektivitas dan efisiensi, terutama melalui digitalisasi. “Kita harus mempercepat transformasi digital dalam pelayanan publik agar birokrasi kita menjadi lebih lincah dan transparan,” tambahnya.
Penghargaan dan Inovasi Pelayanan Publik
Rangkaian acara Gebyar Pelayanan Prima ini mencakup pemberian penghargaan untuk pelayanan publik, soft launching Mall Pelayanan Publik, penetapan Mall Pelayanan Publik Digital, dan peluncuran Hub Jaringan Inovasi Pelayanan Publik (JIPP). Kategori penerima penghargaan antara lain Pembinaan Pelayanan Publik Ramah Kelompok Rentan, Pemantauan Keberlanjutan dan Replikasi Inovasi Pelayanan Publik (PKRI), serta Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) lingkup kementerian/lembaga.
Menteri Anas menekankan pentingnya kolaborasi antar instansi pemerintah dalam menciptakan inovasi pelayanan publik. “Banyak inovasi hebat yang telah diciptakan, namun tidak dilanjutkan oleh pemimpin selanjutnya. Hal ini menjadi tantangan bagi kita untuk memastikan setiap inovasi dapat terlembagakan dan berdampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi komitmen para kepala daerah dan pejabat pemerintah yang terus berinovasi dan menjaga kualitas pelayanan publik. “Saya sangat menghargai komitmen dan konsistensi nyata dari para menteri, kepala lembaga, dan kepala daerah dalam mewujudkan pelayanan publik yang inklusif dan berdaya saing,” tambahnya.
Reformasi Birokrasi dan Transformasi Digital
Dalam kesempatan ini, Menteri PANRB juga memaparkan capaian reformasi birokrasi Indonesia di tingkat global. “Indeks Electronic Government Development Index kita naik signifikan, dari posisi 107 pada 2020 ke peringkat 64 pada 2024. Ini adalah bukti nyata bahwa upaya kita dalam digitalisasi pelayanan publik membuahkan hasil,” ungkapnya.
Selain itu, Menteri Anas menyebutkan bahwa kolaborasi lintas sektor, seperti dengan KPK dan BPKP, juga penting dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan transparan. “Kita harus terus bekerja sama untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan, termasuk pengadaan barang dan jasa yang lebih transparan dan akuntabel,” katanya.
Ia berharap dengan berbagai inovasi dan langkah reformasi yang sedang dijalankan, Indonesia dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan publiknya, sejajar dengan negara-negara maju. “Kami optimis Indonesia bisa masuk dalam jajaran 50 besar negara dengan pelayanan publik terbaik di dunia,” tutupnya.
Acara Gebyar Pelayanan Prima ini diakhiri dengan peluncuran Mall Pelayanan Publik Digital yang diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai layanan pemerintah melalui platform digital. (Hs)












