Jakarta, KOMPASINDO.CO.ID, 02 Juni 2024 – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Salatiga, Yayat Nurhayat,AP, M.Si, berbicara dengan antusias mengenai upaya pelestarian kebudayaan dalam wawancara dengan awak media di acara Pentas Seni Budaya Salatiga yang digelar di Anjungan Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, TMII Jakarta, pada hari Minggu.
Dalam kesempatan tersebut, Yayat mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kerjasama yang erat antara Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah dengan Pemerintah Kota Salatiga. “Kerjasama ini melibatkan pemain drama tari sebagai bagian dari pendidikan kebudayaan, dengan tujuan utama adalah memperkaya dan melestarikan kekayaan budaya, terutama bagi generasi muda,” ungkap Yayat.
Lebih lanjut, Yayat menjelaskan bahwa cerita rakyat dan sejarah masyarakat menjadi fokus dalam acara ini. “Kita mencoba mengangkat cerita-cerita yang memiliki darah kebudayaan, seperti yang terdapat dalam Prasasti Plumpungan, yang menjadi bagian penting dari sejarah kita. Namun, kami juga berupaya untuk menyajikannya dengan cara yang menghibur, khususnya bagi masyarakat Jakarta yang turut berperan dalam memajukan kebudayaan di Salatiga,” tambahnya.
Di samping itu, Yayat menekankan pentingnya peran aktif pemuda dalam mengembangkan kebudayaan. “Kami tidak hanya mengenalkan seni tari dan musik, tapi juga mengajak anak-anak muda untuk mencintai kesenian dan mengembangkan inovasi dalam berkesenian. Hal ini sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah dan seni tari asli yang telah ada sejak 2002,” ujarnya.
Belum berhenti di situ, Yayat juga menginformasikan bahwa Kota Salatiga terus berbenah dalam menghadirkan beragam acara budaya bagi masyarakat. “Kita juga mengadopsi program-program Nusantara dan sebentar lagi akan ada pawai budaya dalam rangka perayaan hari jadi. Kami ingin menunjukkan bahwa kebudayaan bukan hanya buka dengan opening, tapi juga bisa ditutup dengan kebudayaan itu sendiri,” tutup Yayat.
Dengan semangat untuk terus mengembangkan kebudayaan, harapannya agar Kota Salatiga semakin dikenal luas oleh masyarakat, seperti yang diungkapkan oleh warga setempat, Shakira dan Bu Dian. “Masyarakat Salatiga adalah masyarakat yang toleran dan damai, sehingga kami berharap acara ini bisa disambut dengan baik oleh semua kalangan, termasuk masyarakat Jawa Tengah,” pungkasnya.












