JAKARTA, KOMPASINDO.CO.ID, Jum’at, 12 Januari 2024 – Hari ini, di Hotel Holiday In Jakarta, digelar Deklarasi Badan Perhimpunan Hakim Perempuan Indonesia (BPHPI), sebuah momentum penting bagi hakim-hakim perempuan di seluruh Indonesia.
Dalam wawancara eksklusif dengan DWI NOVITA PURBASARI, S.H., yang akrab dipanggil TATA, Hakim Pengadilan Rangkasbitung Banten, ia menyampaikan kegembiraannya sebagai perwakilan Hakim Perempuan Indonesia dari pengadilan tingkat pertama. “Ini menjadi media inspirasi bagi permasalahan yang dirasakan oleh hakim-hakim perempuan di Indonesia,” ungkapnya.
TATA menyoroti pentingnya solidaritas di antara sesama hakim perempuan. “Harapannya, ini menjadi wadah sharing dan pembelajaran dari para senior tentang cara menghadapi rintangan di dunia hukum,” tambahnya.
Dalam konteks peran wanita di pengadilan, TATA menekankan permasalahan keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga. “Hakim perempuan ingin dekat dengan keluarga, dan BPHPI ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk membantu menemukan solusi, seperti penempatan yang mempertimbangkan aspek internal keluarga,” ungkapnya.
Deklarasi ini juga menciptakan kesadaran di masyarakat tentang peran hakim perempuan. “Kami berharap masyarakat memahami permasalahan yang dihadapi oleh hakim perempuan, termasuk solusi yang dapat diambil untuk mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi,” tutup TATA. Solidaritas dan sharing pengalaman diharapkan akan memperkuat peran hakim perempuan dalam sistem peradilan Indonesia.












