JAKARTA, KOMPASINDO.CO.ID – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) baru-baru ini menggelar Rapat Kerja V Yayasan-Yayasan Kowani untuk tahun 2024 di Jakarta pada Rabu (24/01/2024). Dengan tema : “Perempuan Berdaya, Kowani Berkarya, Indonesia Maju”. Rapat tersebut dibuka oleh Bintang Puspayoga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Acara tersebut, yang dihadiri oleh tokoh-tokoh ternama termasuk pejabat DPP Kowani, Menteri Bintang Puspayoga, dan Dr. Ir Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd, Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani), menunjukkan komitmen untuk memupuk solidaritas dan komunikasi efektif di antara 175 anggotanya. Giwo Rubianto Wiyogo, dalam wawancara dengan media, menyatakan dedikasi organisasi untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan di berbagai sektor.

Wiyogo menekankan pentingnya meningkatkan partisipasi ekonomi perempuan, memastikan aksesibilitas ke pasar, dan meningkatkan kualitas produk mereka. Kongres tetap teguh dalam advokasi reformasi hukum, khususnya dalam hal hak-hak buruh dan pemberantasan kekerasan seksual. Upaya tersebut melibatkan kerjasama dengan universitas swasta dan lembaga internasional, seperti kerjasama dengan universitas Rusia dan Italia.
Dalam upaya pendidikan, Kowani secara aktif mendorong anggotanya untuk melanjutkan pendidikan formal dan informal. Wiyogo menekankan pentingnya mempertahankan komitmen ini, bahkan bagi mereka yang mungkin merasa putus asa. Kerjasama organisasi dengan universitas lokal dan internasional bertujuan untuk memotivasi anggotanya untuk mengejar pendidikan dengan gigih.
Merefleksikan inisiatif masa lalu mereka, Wiyogo mengakui tantangan yang dihadapi selama periode 2019 namun menegaskan komitmen organisasi untuk mengimplementasikan program-program kunci pada 2024. Komitmen ini sangat penting pada tahun politik, di mana stabilitas dan perdamaian menjadi hal utama. Kowani bertekad mendukung keterlibatan perempuan dalam politik, mendorong mereka untuk mencalonkan diri dalam posisi legislatif di tingkat lokal dan nasional.
Kongres, dengan kehadiran sekitar 80%, mengakui kampanye pemilihan yang sedang berlangsung, memberikan platform bagi kandidat perempuan untuk berbagi visi dan aspirasi mereka. Dukungan dari sponsor, termasuk Kalbe Farma dan Sariayu Bakmi Gajah Mada, menandakan upaya kolaboratif yang diperlukan untuk kemajuan masyarakat.
Sebagai penutup, Wiyogo menekankan pentingnya peran Kowani sebagai model bagi organisasi wanita lainnya. Status organisasi sebagai anggota tetap Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC) menegaskan dampak globalnya. Bulan Maret akan menyaksikan partisipasi aktif Kowani dalam kegiatan PBB, dengan menekankan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Saat Kowani terus berkembang dan memberdayakan perempuan, komitmennya terhadap pendidikan, advokasi hukum, dan kolaborasi internasional menetapkan contoh yang patut dicontoh bagi organisasi wanita lainnya, mengokohkan posisinya sebagai pendorong perubahan positif di Indonesia.
Sementara itu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, dengan penuh semangat membuka Rapat Kerja (Raker) V Kowani di Jakarta. Dalam sambutannya, Bintang menyampaikan apresiasi tinggi kepada para akademisi yang hadir, menggambarkan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara Kementerian dan pihak akademis.
“Selamat datang di kantor kami di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kehadiran Bapak Ibu para hari ini diharapkan dapat membangun sinergi kolaborasi dengan kami. Alhamdulillah, hari ini kita masih diberikan kesehatan dan kekuatan untuk berkumpul dalam rapat kerja tahunan Kowani ke V tahun 2024,” ujar Bintang dengan penuh syukur.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Kowani sebagai organisasi dengan sejarah panjang di Indonesia. “Kementerian ini memiliki ikatan yang sangat kuat dengan Kowani dan sinergi kolaborasi kerjasama yang sudah kita pupuk selama ini. Apresiasi setinggi-tingginya untuk organisasi yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah perempuan di Indonesia,” tambahnya.
Bintang memberikan penghormatan kepada perempuan tangguh dan inspiratif yang telah berhasil mencapai prestasi luar biasa. Salah satu contohnya adalah “95 perempuan tangguh dan inspiratif.” Ia berharap para perempuan ini dapat menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia lainnya.
Dalam konteks perjuangan kolektif, Bintang mengingatkan bahwa Indonesia dibangun dari perjuangan bersama, baik oleh pejuang laki-laki maupun perempuan. “Kita harus mewujudkan demokrasi yang inklusif dan adil, sesuai visi pemerintah Indonesia,” tegasnya.
Namun, Bintang juga menyoroti kesenjangan antara perempuan dan laki-laki yang masih terjadi. Dengan merujuk pada indeks pembangunan manusia dan indeks pemberdayaan gender, ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengatasi kesenjangan tersebut.
Terkait isu kekerasan, Bintang menekankan pentingnya mengawal implementasi Undang-Undang 12 Tahun 2022 yang menangani tindak pidana kekerasan seksual. Ia memberikan dukungan penuh pada jajaran yang berkomitmen dalam melawan kekerasan.
Menyambut tahun politik dan Pemilu 2024, Bintang menandaskan bahwa partisipasi aktif perempuan sangat krusial. Ia mengapresiasi langkah-langkah untuk mendorong keterwakilan perempuan di berbagai level politik, tetapi menegaskan bahwa masih ada tantangan untuk mencapai kuota 30%.
“Kita harus bersama-sama terus mendorong keterlibatan perempuan dalam kehidupan politik. Mari bersama memastikan bahwa perempuan memiliki akses terhadap informasi dan mendukung langkah-langkah untuk berpartisipasi aktif dalam politik,” paparnya dengan tekad.
Bintang menutup sambutannya dengan harapan agar sinergi dan kolaborasi terus diperkuat. “Mari bersama-sama bergandengan tangan menyatukan langkah untuk mewujudkan perempuan Indonesia yang berdaya. Ini bukan hanya rapat kerja, tapi juga arti bahagia dan kemajuan perempuan Indonesia,” pungkasnya, menyiratkan optimisme menuju masa depan yang lebih inklusif dan adil. (Hsn)












