JAKARTA, KOMPASINDO.CO.ID – Saraswati Sastrosatomo, atau akrab dipanggil Saras, seorang Tenaga Ahli di WIKA Realty, anak perusahaan BUMN PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang bergerak dalam pengembangan realty, manajemen properti, dan holding perhotelan BUMN. Saraswati Sastrosatomo telah berkontribusi di WIKA Realty sejak tahun 2021 hingga sekarang.
Pada Minggu, 08 Oktober 2023, Saraswati Sastrosatomo menjadi salah satu muse yang hadir dalam acara Fashion Show Ragam Batik Tulis Tenun Ragam Hias oleh desainer Rajib Nashrudin di Inacraft 2023 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center. Dalam wawancara dengan awak media usai acara, Saraswati menjelaskan alasannya hadir di acara tersebut.
“Saya hadir di sini karena diundang sebagai perwakilan dari jajaran manajemen di BUMN. Saat ini, kami sangat mengapresiasi hasil karya tanah air dan anak bangsa. Kami percaya bahwa kami harus mengoptimalisasikan nilai-nilai kreatif dari seluruh anak bangsa dan menunjukkan bahwa kami tidak kalah kompetitif di tingkat global,” kata Saraswati.
Ketika ditanya tentang keikutsertaannya dalam acara Fashion Show ini, Saraswati berbagi cerita tentang keterlibatannya dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan mengungkapkan bahwa salah satu anggotanya, Mbak Wiwied, mengundangnya untuk memperkenalkan hasil karya desainer Rajib sebagai perwakilan Inacraft. Saraswati melihat kehadiran BUMN di Inacraft sebagai sesuatu yang sangat penting, dan dia merasa bangga bisa mewakili jajaran wanita yang merupakan minoritas di BUMN.
Saraswati juga membagikan tentang batik yang ia kenakan dalam acara tersebut. “Ini adalah batik kontemporer yang cocok untuk segala suasana, terutama bagi anak-anak muda seperti kami yang berada di usia setengah baya. Batik ini diciptakan oleh Pak Rajib, dan saya sangat suka dengan modelnya. Setelah ini, saya mungkin akan membeli,” katanya sambil tersenyum.
Saraswati berharap dengan kehadiran BUMN dalam acara ini, sesuai dengan amanat Presiden Jokowi untuk meningkatkan hasil karya anak bangsa, akan memberikan peluang bagi para desainer berbakat, termasuk mereka yang mungkin tidak memiliki modal besar, untuk bersaing dengan desainer ibu kota. Hal ini akan membantu mendukung kreasi dan inovasi anak bangsa di tengah persaingan yang semakin ketat. (Hsn)












