EkbisMetroNasional

Pameran Kreasi Bhayangkari Nusantara 2023: Ny. Riris Alfred Papare Memperkenalkan Keindahan Papua melalui Karya Kerajinan

15
×

Pameran Kreasi Bhayangkari Nusantara 2023: Ny. Riris Alfred Papare Memperkenalkan Keindahan Papua melalui Karya Kerajinan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, KOMPASINDO.CO.ID – Ny. Riris Alfred Papare, seorang pengurus Bhayangkari di Papua, hadir dalam Pameran Kreasi Bhayangkari Nusantara 2023 di JCC Senayan Jakarta pada tanggal 20-24 September 2023.

Sebagai pelaku UMKM di bidang kerajinan, Ny. Riris ingin mengekspos keindahan Papua melalui karya-karyanya. Salah satu karya yang dipamerkan adalah tas-tas Papua atau noken yang diubah menjadi tas yang luar biasa dengan sentuhan material kearifan lokal Papua. “Saya ingin menggugah keberadaan Papua yang begitu indah melalui kerajinan saya. Saya menggunakan material dan desain yang unik, serta bekerja sama dengan UMKM dari berbagai daerah seperti Kalimantan, Bali, dan Jogja,” ungkap Ny. Riris saat ditemui di boothnya pada Rabu (20/09/2023).

Selain tas, Ny. Riris juga menciptakan berbagai topi, desain baju batik Papua, dan tas batik Papua. Ia juga menjalin kerja sama dengan UMKM di seluruh Nusantara. Semua karya tersebut dihasilkan dengan memadukan kearifan lokal Papua, dengan tujuan mengangkat keindahan Papua yang cantik dan menjadikannya terasa dekat meskipun jaraknya jauh.

Ny. Riris menjelaskan bahwa motivasinya berasal dari keindahan Papua dengan budaya dan seni yang menghiasi kehidupan sehari-hari di sana. Ia ingin mengubah kerajinan yang biasa menjadi sesuatu yang luar biasa melalui imajinasi dan kreativitasnya. Salah satu contohnya adalah noken asli Papua yang diubah menjadi karya yang menarik dan memukau.

Gerai kerajinan milik Ny. Riris yang diberi nama “Sako Unik by Mace Riris” telah berjalan selama empat bulan. Nama tersebut diambil dari istilah di Papua yang berarti “Saya” dan “Kamu”. Ny. Riris menjelaskan bahwa ia memilih nama tersebut karena awalnya ia memodifikasi tas. “Sako” merupakan kata dalam bahasa Esperanto yang berarti “Tas” dan Esperanto sendiri adalah negara di Eropa bagian timur.

“Saya telah lama menggeluti kerajinan ini karena suami saya telah bertugas di Papua selama 17 tahun. Untuk mengisi waktu luang dan mendampingi suami, saya suka berbelanja oleh-oleh tradisional di pasar dan kemudian memodifikasinya. Sekarang, dengan izin suami, saya baru membuka gerai ini empat bulan yang lalu,” jelas Ny. Riris.

Gerai Sako Unik by Mace Riris berlokasi di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

Ny. Riris berharap dapat mengekspos bahwa Papua tidaklah seburuk yang banyak orang sangka. “Papua masih eksotis dan alamnya masih alami. Saya ingin mengangkat keindahan Papua melalui berbagai produk seperti topi, aksesoris kalung, tas, batik Papua, dan sandal yang kita pakai sehari-hari. Saya ingin orang luar melihat dan tertarik untuk mengunjungi Papua,” tambahnya .

Melalui kerajinan yang dibuatnya, Ny. Riris berharap dapat mengubah persepsi orang terhadap Papua. Ia ingin mengungkap keindahan dan keunikan Papua yang seringkali dianggap jauh dan tidak aman. Ny. Riris ingin menyampaikan bahwa Papua masih memiliki keeksotisan alam yang alami dan kekayaan budaya yang menakjubkan. Dengan mengenakan produk-produk seperti topi, aksesoris kalung, tas, batik Papua, dan sandal sehari-hari yang ia ciptakan, ia berharap orang luar akan tertarik mengunjungi Papua dan melihat keindahannya sendiri. (Hsn)

Tinggalkan Balasan