EkbisNasional

CIFOR Menggerakkan Perubahan: Workshop Nasional Kelapa Sawit Menuju Kesejahteraan dan Berkelanjutan

21
×

CIFOR Menggerakkan Perubahan: Workshop Nasional Kelapa Sawit Menuju Kesejahteraan dan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

Bogor, KOMPASINDO.CO.ID, 23 November 2023 — Terletak di hutan kota yang hijau di Bubulak, Bogor, di antara pepohonan tinggi dan suasana yang menyegarkan, CIFOR menyelenggarakan workshop nasional tentang kelapa sawit berkelanjutan. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Pusat, Akademisi, Organisasi Internasional, Mitra Peneliti, NGO, CSO, dan Think Tank, dengan tujuan merancang skenario perubahan untuk mendukung kelapa sawit yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mitigasi perubahan iklim.

 

Workshop kelapa sawit nasional yang diselenggarakan oleh CIFOR di hutan Bubulak Bogor, mengumpulkan pemangku kepentingan utama, termasuk perwakilan pemerintah, akademisi, organisasi internasional, peneliti, NGO, CSO, dan Think Tank. Profesor Dr. Herry Purnomo, Senior Scientist dan Indonesia Country Director, menyoroti bahwa workshop ini bertujuan untuk membangun skenario perubahan untuk kelapa sawit berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mitigasi perubahan iklim pada tanggal 23 November 2023.

Acara ini menampilkan presentasi dan diskusi mengenai identifikasi jalur perubahan, asumsi, dan risiko antar kelompok. Topik-topik yang dibahas melibatkan penguatan data, koordinasi, infrastruktur, peningkatan kapasitas dan kemampuan pengelolaan perkebunan, pemantauan lingkungan, tata kelola, dan penyelesaian sengketa. Workshop ini juga menekankan percepatan sertifikasi ISPO dan peningkatan akses pasar untuk produk kelapa sawit.

Profesor Harry Purnomo menjelaskan tema workshop, dengan fokus pada pendekatan yurisdiksi untuk kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia. CIFOR ICRAF, bekerja sama dengan mitra, melakukan penelitian untuk mempersiapkan kabupaten produsen kelapa sawit terpilih dalam mengimplementasikan program kelapa sawit berkelanjutan melalui pendekatan partisipatif, multi-stakeholder, dan inklusif gender. Penelitian ini, didukung oleh Walmart Foundation, USA, berlangsung dari Januari 2020 hingga Januari 2024.

Empat kabupaten terpilih, yaitu Pelalawan di Provinsi Riau, Sintang di Provinsi Kalimantan Barat, Tulang Pisau di Provinsi Kalimantan Tengah, dan Kutai Kertanegara di Provinsi Kalimantan Timur, dipilih secara sistematis berdasarkan kriteria seperti luas tutupan kelapa sawit, luas hutan, risiko deforestasi, luas gambut, progress JA, dan pengalaman CIFOR. Penelitian difokuskan pada keempat kabupaten ini, melibatkan forum komunikasi masyarakat sipil dan institusi akademis, dengan output yang diharapkan berupa kertas periodik mengenai analisis risiko deforestasi dan rantai pasok kelapa sawit di kabupaten terpilih. Profesor Harry menutup, “Kita harus dapat membedakan antara kelapa sawit yang baik dan yang tidak baik sebagai bentuk kepercayaan pembeli, sehingga memastikan bahwa hasil ekspor kita adalah kelapa sawit berkualitas, semua itu untuk menjaga kepercayaan pasar dan tentu saja kesejahteraan petani kelapa sawit.  (Hs)

 

Tinggalkan Balasan