Ekonomi BisnisKesehatan

Helga Abraham dan Simply Wellness: Sehat itu Gaya Hidup, Bukan Sekadar Pengobatan

64
×

Helga Abraham dan Simply Wellness: Sehat itu Gaya Hidup, Bukan Sekadar Pengobatan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, TRENDINGINDO.COM – Pemerintah terus menggenjot pengembangan wisata kesehatan atau wellness tourism sebagai strategi meningkatkan devisa negara pasca-pandemi. Inisiatif yang telah digagas sejak lima tahun lalu ini mulai menunjukkan hasil positif. Sejak 2023, permintaan terhadap obat herbal dan wisata healing di berbagai destinasi Indonesia meningkat pesat.

Komitmen ini kembali ditegaskan dalam acara The 103 Jakarta CMO Club: Holistic Healing – Menyehatkan Tubuh, Pikiran, dan Jiwa, yang digelar Jumat (7/3) di Jakarta. Kementerian Pariwisata menargetkan pengembangan wisata kebugaran berbasis budaya dan tradisi leluhur Indonesia, seperti konsumsi jamu, pijat khas Bali, serta pemanfaatan minyak esensial dari rempah-rempah.

Potensi Besar dan Upaya Mengurangi Kebocoran Devisa

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemadu, menyebut wisata kesehatan telah berkembang di beberapa daerah seperti Bali, Yogyakarta, dan Solo. Ke depan, program ini akan diperluas ke lebih banyak wilayah.

Salah satu alasan utama pengembangan wisata kesehatan adalah untuk menekan kebocoran devisa akibat tingginya jumlah masyarakat Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri. “Jika dikapitalisasi, sekitar Rp150 triliun per tahun bocor ke luar negeri karena masyarakat lebih memilih berobat ke Malaysia atau Singapura, seperti ke Penang,” ujarnya. Padahal, Indonesia memiliki potensi besar dalam layanan kesehatan dan kebugaran yang bisa menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kolaborasi dengan Swasta: Mendorong Gaya Hidup Sehat Sejak Dini

Untuk mempercepat pengembangan wisata kesehatan, pemerintah menggandeng sektor swasta, salah satunya Simply Wellness Indonesia, yang lebih menekankan tindakan pencegahan daripada pengobatan.

Pendiri Simply Wellness Indonesia, Helga Abraham, menegaskan pentingnya edukasi masyarakat mengenai gaya hidup sehat. “Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Sebelum sakit, kita harus memastikan tubuh tetap sehat. Dengan cara yang simpel dan mudah, masyarakat bisa menjalani hidup sehat tanpa harus pergi ke luar negeri untuk mendapatkan layanan kesehatan,” jelasnya.

Pentingnya Komunikasi dan Promosi

Pakar pemasaran Hermawan Kartajaya menyambut baik inisiatif ini, namun menyoroti pentingnya komunikasi yang efektif agar program pemerintah bisa berjalan optimal. “Banyak program pemerintah yang sangat baik, tetapi sering kali kurang optimal karena komunikasi yang tidak tersampaikan dengan baik ke masyarakat,” ungkapnya.

Dengan meningkatnya minat terhadap kesehatan dan kebugaran, serta besarnya potensi alam dan budaya yang dimiliki, wisata kesehatan berpeluang menjadi sektor unggulan. Tak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat ekonomi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap layanan kesehatan luar negeri.  (HS)